Faktor Keamanan Lereng Keseluruhan Menggunakan Program Rocscience-Slide2 pada Penambangan Nikel di PT Vale Indonesia Tbk.

Authors

  • Abdul Salam Munir Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia
  • Renaldhy Setiawan Universitas Muslim Indonesia
  • Habibie Anwar Universitas Muslim Indonesia
  • Sahrul Poalahi Salu Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Indonesia

Keywords:

Faktor Keamanan, Rocscience-Slide2, Geometri Lereng, Penambangan Nikel

Abstract

Nilai faktor keamanan (FK) merupakan parameter penentuan geometri lereng yang aman diterapkan dengan berbagai metode perhitungan dan program komputer yang cepat dan dapat diandalkan dengan keunggulannya masing-masing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan Rocscience-Slide2 dalam penentuan geometri lereng keseluruhan yang aman berdasarkan nilai FK. Perhitungan nilai FK menerapkan metode Bishop Simplified pada beberapa simulasi tinggi dan kemiringan lereng, sedangkan lebar jenjang tidak berubah, yakni 7 meter. Propertis material didapatkan dari pengujian laboratorium pada sampel pengeboran di beberapa area penambangan, yakni area R19, R26, R29, dan R31 yang fokus hanya pada material limonit dan saprolit. Kriteria keamanan lereng didasarkan pada Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 dengan FK minimal statis 1,3 dan keparahan longsor menengah pada lereng keseluruhan. Pemodelan area R19 dengan 6 simulasi geometri menghasilkan geometri lereng maksimal: tinggi 10 m dan kemiringan 45° dengan nilai FK 1,36. Pemodelan area R26 dengan 5 simulasi menghasilkan geometri lereng maksimal: tinggi 7 m dan kemiringan 55° dengan nilai FK 1,34. Pemodelan area R29 dengan 8 simulasi menghasilkan geometri lereng maksimal: tinggi 10 m dan kemiringan 50° dengan nilai FK 1,37. Pemodelan area R31 dengan 8 simulasi menghasilkan geometri lereng maksimal: tinggi 10 m dan kemiringan 50° dengan nilai FK 1,43. Berdasarkan penggunaan program komputer Rocscience-Slide2 maka diperoleh FK dan geometri yang aman diterapkan dan pada area R19 tidak direkomendasikan penerapan tinggi 10 m dengan kemiringan lereng 50° dan area R26 tidak direkomendasikan penerapan tinggi 7 m dengan kemiringan lereng 60° dan tinggi 10 m dengan kemiringan lereng 45° karena FK yang didapatkan kurang dari kriteria yang ditetapkan, hal ini berbeda dengan area R29 dan R31.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Abdul Salam Munir, Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

    Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

    Laboratorium Mekanika Batuan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

  • Renaldhy Setiawan, Universitas Muslim Indonesia

    Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

  • Habibie Anwar, Universitas Muslim Indonesia

    Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

  • Sahrul Poalahi Salu, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Indonesia

    Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Indonesia

Downloads

Published

28-08-2024

How to Cite

Faktor Keamanan Lereng Keseluruhan Menggunakan Program Rocscience-Slide2 pada Penambangan Nikel di PT Vale Indonesia Tbk. (2024). Jurnal Geomine, 12(01), 88-98. https://jurnal.fti.umi.ac.id/index.php/JG/article/view/1110

Similar Articles

1-10 of 63

You may also start an advanced similarity search for this article.