ANALISIS STRIPPING RATIO BIJIH NIKEL LATERIT PT KEINZ VENTURA KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH

Authors

  • Virginia Mutiara Hendrik Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia
  • Nurliah Jafar Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia
  • Hasbi Bakri Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/zmh1ed73

Keywords:

stripping ratio, volume overburden, nikel laterit

Abstract

Stripping Ratio adalah perbandingan jumlah volume tanah penutup dengan volume cadangan. Sistem penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka dengan metode open cast dan open pit, namun mengarah pada metode open cast karna terletak pada daerah yang curam dimana urutan penambangannya dimulai dari penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Dalam usaha penambangan, setelah cadangan ditemukan dan dinyatakan layak oleh suatu perusahaan, diperlukan suatu perencanaan dan perancangan tambang yang matang agar diperoleh kinerja dan keuntungan yang maksimal. Salah satu aspek yang penting dalam penambangan baik dari segi perencanaan maupun operasional adalah stripping ratio (SR) atau nisbah pengupasan dengan mengumpulkan (data primer dan data sekunder), dimana data tersebut kemudian dicek kembali untuk selanjutnya dilakukan penginputan ke dalam software pendukung yaitu surpac, arcgis dan excel agar mendapatkan hasil data yang diinginkan. Luas area penambangan 278.000 m2 dengan elevasi yaitu 410-210 m. Didapatkan tonase cadangan bijih nikel laterit pada Pit Fulumea yaitu 1.802,551 ton dan volume overburden yaitu 2.669,600 bcm. Berdasarkan penelitian yang didapatkan bahwa nilai stripping ratio yaitu sebesar 1 : 1,48 bcm/ton.

Downloads

Published

2023-10-30

Similar Articles

11-20 of 22

You may also start an advanced similarity search for this article.