Pemodelan 2D Endapan Nikel Laterit Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Kolo Bawah Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah
DOI:
https://doi.org/10.33096/geomine.v11i2.412Keywords:
bedrock, Wenner-Schlumberger, limonit, saprolit, resistivitasAbstract
Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan dalam eksplorasi nikel laterit adalahmetode geolistrik resistivitas. Metode ini memiliki keunggulan yaitu memberi informasi akurat tentang kondisi bawah permukaan baik secara kedalaman maupun sebaran. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk melakukan pemodelan nikel laterit dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas di Desa Kolo Bawah Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kedalaman zona limonit, zona saprolit, dan bedrock dengan menggunakan sifat resistivitas batuan dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat model endapan nikel laterit di daerah penelitian secara vertikal dari atas ke bawah terdiri atas : limonit dan saprolit yang memiliki nilai resistivitas rendah dan bedrock yang memiliki nilai resistivitas tinggi. Pada lintasan 1,zona limonit yang memiliki nilai 1,4 sampai 17,6 Ωm terdapat pada kedalaman 0 m sampai 6 m, zona saprolit berada pada nilai resistivitas 17,6-97,0 Ωm terdapat pada kedalaman 6 m sampai 17,3 m, zona bedrock berada pada resistivity 228-534 Ωm dengan kedalaman berada pada 20 m dibawah permukaan tanah. Sedangkan pada lintasan 2, zona limonit yang memiliki nilai resistivitas 0,27 sampai 7,6 Ωm terdapat pada kedalaman 0 m sampai 4 m, zona saprolit berada pada nilai resistivitas 7,6-17,5 Ωm terdapat pada kedalaman pada 4 sampai 12 m dari permukaan tanah, zona bedrock berada pada resistivity 40,4-93,3 Ωm dengan kedalaman berada pada 16 m dibawah permukaan tanah.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Geomine

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.