Rekonstruksi Sejarah Geologi Daerah Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci Berdasarkan Pendekatan Stratigrafi dan Struktur Geologi

Authors

  • Anggi Deliana Siregar Universitas Jambi
  • Candra Andika Wibiyanto Universitas Jambi
  • Muhammad Rus Dody Alfayed Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.33096/g4hv9749

Keywords:

Rekonstruksi sejarah geologi, stratigrafi, struktur geologi, Cekungan Kerinci, segmen Sesar Siulak

Abstract

Rekonstruksi sejarah geologi lokal di Daerah Sitinjau Laut, Cekungan Kerinci, sangat krusial untuk memahami interaksi tektonik aktif dan vulkanisme yang kompleks. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi evolusi geologi melalui integrasi data lapangan dan laboratorium. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi skala 1:25.000, analisis petrografi, dan pengukuran struktur geologi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi empat disiplin ilmu untuk menyusun kronologi sejarah geologi lokal yang lebih presisi dibandingkan studi regional sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan daerah ini tersusun oleh empat satuan: Tuff Konglomeratan Bandan (Eosen), Batupasir Kumun (Miosen), Tuff Bungkuk (Holosen), dan Endapan Aluvial. Data kuantitatif petrografi mengungkap dominasi gelas vulkanik sebesar 54% pada satuan Eosen dan mencapai 89% pada Tuff Bungkuk, yang mengindikasikan fase erupsi eksplosif berenergi tinggi. Analisis struktur mengidentifikasi tiga tipe sesar: Normal Right-Slip Fault, Left Normal-Slip Fault, dan Right-Lateral Strike-Slip Fault sebagai manifestasi aktivitas Segmen Sesar Siulak. Evolusi geologi dimulai dari vulkanisme Eosen, sedimentasi Miosen, deformasi tektonik sistem Sesar Sumatra, hingga vulkanisme Kuarter. Implikasi ilmiah penelitian ini memberikan model rekonstruksi lokal yang mendetail bagi pemahaman dinamika Cekungan Kerinci dan mitigasi bencana tektonovulkanik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Anggi Deliana Siregar, Universitas Jambi

    Maju Bersama

References

Advokaat, E. L., Hall, R., White, L. T., Nichols, G. J., Agustsson, G., & Ali, J. R. (2018). Miocene to recent extension and volcanism in Sumatra and their implications for the Sunda Arc evolution. Tectonics, 37, 1–27.

Barber, A. J., Crow, M. J., & Milsom, J. (2005). Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. Geological Society Memoir No. 31. London: Geological Society.

Boggs, S. (2012). Principles of Sedimentology and Stratigraphy (5th ed.). Boston: Pearson.

Hall, R. (2012). Late Jurassic–Cenozoic reconstructions of the Indonesian region and the Indian Ocean. Tectonophysics, 570–571, 1–41.

Ikhwanulsyah, M. A., & Rochmana, Y. Z. (2025). Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 7(2), 93–103.

Kusnama, Suwarna, N., Amin, T. C., Gafoer, S., & Hermanto, B. (2010). Peta Geologi Lembar Sungai Penuh dan Ketaun, Sumatra (Skala 1:250.000). Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Lunt, P., & Luan, X. (2024). When, how much, how fast, and why it matters; a quantitative view of stratigraphy and the emergence of a new paradigm. Berita Sedimentologi, 49.

Metcalfe, I. (2013). Gondwana dispersion and Asian accretion: Tectonic and palaeogeographic evolution of eastern Tethys. Journal of Asian Earth Sciences, 66, 1–33.

Metcalfe, I. (2017). Tectonic evolution of Sundaland and Wallacea. Journal of Asian Earth Sciences, 148, 1–23.

Muraoka, H., et al. (2010). Geothermal systems of the Sumatra Fault Zone, Indonesia. Proceedings World Geothermal Congress.

Natawidjaja, D. H. (2017). The Sumatra Fault Zone: From Source to Hazard. Bandung: LIPI Press.

Natawidjaja, D. H. (2018). Updating active fault segmentation along the Sumatra Fault Zone. Indonesian Journal of Geoscience, 5(2), 123–145.

Nichols, G. (2009). Sedimentology and Stratigraphy (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Nugraha, H. D., & Maulin, H. B. (2025). Hybrid turbidite–contourite systems in the modern Tarakan Basin: seismic sedimentology and analogue for subsurface storage. Frontiers in Earth Science.

Poedjoprajitno, S. (2012). Evolusi geologi Cekungan Kerinci dan implikasinya terhadap perkembangan sedimen Neogen–Kuarter. Jurnal Geologi Indonesia, 7(2), 87–102.

Putri, H. D., & Setiawan, B. (2024). Geological History Reconstruction Using Stratigraphic Analysis: A Case Study of Kampung Baru, West Sumatra. Journal of Earth and Marine Technology (JEMT).

Rickard, M. J. (1972). Classification of translational fault-slip. Geological Society of America Bulletin, 83, 845–850.

Sieh, K., & Natawidjaja, D. H. (2000). Neotectonics of the Sumatran Fault, Indonesia. Journal of Geophysical Research, 105(B12), 28295–28326.

Utama, H. W., & Mulyasari. (2024). Karakteristik geomorfologi dan pengaruh Segmen Sesar Siulak terhadap evolusi Cekungan Kerinci. Jurnal Geosains Indonesia, 9(1), 45–58.

Van Zuidam, R. A. (1985). Aerial Photo-Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphologic Mapping. Enschede: ITC

Downloads

Published

01-08-2026

How to Cite

Rekonstruksi Sejarah Geologi Daerah Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci Berdasarkan Pendekatan Stratigrafi dan Struktur Geologi. (2026). Jurnal Geomine, 14(01), 13-25. https://doi.org/10.33096/g4hv9749

Similar Articles

1-10 of 57

You may also start an advanced similarity search for this article.