ANALISIS WAKTU PELINDIAN TERHADAP PELARUTAN LOGAM Au DALAM BIJIH EMAS DENGAN PROSES HIDROMETALURGI
DOI:
https://doi.org/10.33096/jat.v1i2.347Keywords:
hidrometalurgi, waktu pelindian, aqua regia, logam Au, AASAbstract
Emas adalah logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang diperoleh melalui ekstraksi dari bijih emas. Metode yang banyak digunakan dalam industri pengolahan emas saat ini adalah metode sianidasi yang merupakan proses hidrometalurgi di mana proses tersebut menggunakan senyawa kimia dan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pelindian, pemurnian, dan pemulihan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pelindian meliputi pelarut yang digunakan dan lamanya waktu pelindian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan massa logam Au terlarut dengan variasi waktu pelindian bijih emas dan untuk menentukan waktu pelindian optimum yang diperlukan untuk mendapatkan massa logam Au terlarut terbanyak. Pelindian dilakukan menggunakan aqua regia dengan rasio HCl:HNO3 (1:3) dan berbagai waktu pelindian yaitu 15, 45, 90, dan 180 menit. Filtrat hasil pelindian kemudian dianalisis menggunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian ini memperoleh massa logam Au terlarut secara berurutan, yaitu 3,914 x 10⁻⁵ gr, 3,450 x 10⁻⁵ gr, 4,148 x 10⁻⁵ gr, 3,522 x 10⁻⁵ gr, dan massa perolehan logam Au terlarut secara berurutan, yaitu 0,40%, 0,36%, 0,43%, 0,36%. Data dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu pelindian yang paling optimal untuk proses hidrometalurgi pada bijih emas adalah 90 menit.



