POLA PENYEBARAN LOGAM BERAT DI PERAIRAN SEKITAR KAWASAN INDUSTRI BANTAENG PROVINSI SULAWESI SELATAN

Authors

  • Siti Aisyah Nataza Andini Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Idris Juradi Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia
  • Suriyanto Bakri Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/xr9sa263

Keywords:

nikel, limbah, pola penyebaran, unsur, logam

Abstract

Pengolahan bahan nikel diperkirakan akan menjadi fokus utama dalam sektor tambang Indonesia. Hal ini diprediksi akan semakin berkembang seiring dengan peningkatan permintaan global terhadap penyediaan baterai kendaraan, seperti mobil listrik. Namun, di sisi lain, proses peleburan nikel untuk produksi baterai dapat menimbulkan dampak berupa limbah asam dalam jumlah yang signifikan. Salah satu zat pencemar yang dominan dalam limbah tersebut merupakan logam berat yang memiliki sifat beracun. Di kawasan industri Bantaeng terdapat salah satu perusahaan smelter nikel yang langsung berada di dekat perairan Bantaeng, maka diperlukan pola penyebaran logam agar nelayan atau petani rumput laut di sekitar kawasan industri tersebut tidak mencari mata pencaharian mereka disekitar limbah tersebut. Untuk mengetahui konsentrasi dari logam tersebut kita menggunakan analisis Atomic Absorption Spectrophometric (AAS). Kemudian menggambarkan pola penyebarannya menggunakan ArcGIS ArcMAP 10.8. Dari hasil analisis tersebut didapatkan unsur logam tembaga (Cu) yang melebihi ambang batas baku mutu air laut, logam timbal (pb) ada stasiun yang melebihi dan ada juga yang tidak melebihi baku mutu dan untuk logam nikel (Ni) tidak memiliki standar baku mutu pada area Pelabuhan.

Downloads

Published

2023-07-30

Similar Articles

11-20 of 22

You may also start an advanced similarity search for this article.