Analisis Perbandingan Hasil Peledakan Menggunakan Detonator Non Elektrik dan Elektronik pada Kuari Batu Gamping PT Semen Baturaja (Persero) Tbk
DOI:
https://doi.org/10.33096/0431tt71Keywords:
detonator nonel, detonator elektronik, fragmentasi, getaran, kebisinganAbstract
Kegiatan peledakan pada kuari batu gamping perlu menghasilkan fragmentasi yang sesuai dengan kapasitas alat muat dan crusher, serta tetap mengendalikan getaran tanah dan kebisingan. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil peledakan menggunakan detonator nonel dan detonator elektronik dari aspek fragmentasi, getaran tanah, dan airblast. Penelitian dilakukan pada kuari batu gamping di wilayah Baturaja, Sumatera Selatan, menggunakan data trial peledakan selama kurang lebih 30 hari. Kedua sistem inisiasi diterapkan pada area peledakan yang berdekatan dengan geometri dominan burden 3 m, spacing 3,5 m, dan kedalaman lubang 5,8 m. Data primer berupa foto muckpile, nilai Peak Particle Velocity (PPV), dan airblast, sedangkan data sekunder mencakup geometri, jumlah lubang, jumlah isian, serta pola waktu tunda. Fragmentasi dianalisis melalui pengolahan citra dengan helm berdiameter 500 mm sebagai acuan ukuran, sementara getaran dan airblast diukur menggunakan seismograf. Hasil kedua sistem dibandingkan pada titik ukur 300–500 m, sedangkan data pada jarak 100–150 m digunakan sebagai signature hole. Hasil analisis menunjukkan nilai P80 pada sampel elektronik sebesar 390 mm, lebih kecil daripada nonel sebesar 580 mm. Persentase material berukuran lebih dari 800 mm pada elektronik sebesar 4%, sedangkan pada nonel sebesar 11%. Pada jarak 300–500 m, PPV rata-rata elektronik sebesar 1,29 mm/s dan nonel sebesar 1,54 mm/s. Nilai PPV nonel tersebut 19,3% lebih tinggi daripada elektronik, namun keduanya masih berada di bawah nilai acuan 3 mm/s. Rata-rata airblast elektronik sebesar 64,24 dB dan nonel sebesar 66,00 dB, yang keduanya berada di bawah acuan 110 dB(A). Pada titik signature hole 100 m, airblast nonel lebih tinggi akibat penggunaan surface delay yang meledak di permukaan. Penggunaan detonator elektronik menghasilkan fragmentasi lebih seragam serta respons getaran dan kebisingan yang relatif lebih terkendali dibandingkan detonator nonel.
Downloads
References
Adinugraha, W. 2019. Bahan Peledak dan Aksesoris. Diklat Pemboran dan Peledakan pada Pertambangan Mineral dan Batubara.
Ash, R.L. 1963. The Mechanics of Rock Breakage: Standards for Blasting Design. Pit and Quarry, 56(3), 118–122.
Badan Standardisasi Nasional. 2023a. SNI 7570:2023 Baku Tingkat Kebisingan Akibat Peledakan (Air Blast). Jakarta: BSN.
Badan Standardisasi Nasional. 2023b. SNI 7571:2023 Baku Tingkat Getaran Tanah Akibat Peledakan (Ground Vibration). Jakarta: BSN.
Cunningham, C.V.B. 1983. The Kuz-Ram Model for Prediction of Fragmentation from Blasting. Proceedings of the First International Symposium on Rock Fragmentation by Blasting (FRAGBLAST-1), Luleå, Sweden, 439–453.
Hustrulid, W. dan Lu, W. 2006. Blasting Principles for Open Pit Mining. Rotterdam: A.A. Balkema.
Jimeno, C.L., Jimeno, E.L., dan Carcedo, F.J.A. 1995. Drilling and Blasting of Rocks. Rotterdam: A.A. Balkema.
Kahriman, A. 2004. Analysis of the Relationship Between Charge Weight, Distance, and Peak Particle Velocity in Blasting Operations. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 24(11), 887–892.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. 2018. Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Jakarta: Kementerian ESDM.
Khandelwal, M. dan Singh, T.N. 2006. Prediction of Blast-Induced Ground Vibration Using Artificial Neural Network. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences, 43(9), 1507–1520.
Konya, C.J. dan Walter, E.J. 1990. Surface Blast Design. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.
Panjaitan, R. 2015. Kajian Teknis Kegiatan Peledakan di PT Semen Bosowa Maros Sulawesi Selatan. Skripsi. Universitas Papua, Manokwari.
Trisetyo, F.F., Hartami, P.N., Maulana, Y., Tuheteru, E.J., dan Herdyanti, M.K. 2025. Analisis Perbandingan Penggunaan Bahan Peledak ANFO dan Emulsion terhadap Fragmentasi Overburden di PT Hanwha Mining Services Indonesia Site Kideco Jaya Agung, Kalimantan Timur. Indonesian Mining and Energy Journal, 8(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Geomine

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







3.png)
1.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
