Potensi Antimoni Barru

Authors

  • Alfian Nawir Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas Muslim Indonesia
  • Hasbi Bakri Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas Muslim Indonesia
  • Harwan Universitas Muslim Indonesia
  • Muh. Al-Qadri Anang Universitas Muslim Indonesia
  • Deprian Resky Setiawan Universitas Muslim Indonesia
  • Suriyanto Bakri Insititut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie

DOI:

https://doi.org/10.33096/xwasr550

Keywords:

Stibnite, Kuarsa, Paduan, Barru, Sulawesi Selatan

Abstract

Antimoni tergolong dalam mineral metaloid dan keterdapatannya sangat langka di alam. Mineral ini sangat rapuh dan mudah terkelupas. Namun, jika diolah sebagai alloy akan memberikan sifat resisten terhadap korosi dan tahan panas. Sifat ini, sehingga antimoni dibutuhkan untuk pembuatan peralatan dapur, baterai kendaraan listrik, smelter dan pembuatan bahan peledak. Barru dengan ciri geologi yang kompleks dan memiliki varian batuan. Berdampak pada terdapatnya mineral-mineral langka. Di daerah ini diperoleh endapan antimoni pada tiga Lokasi yaitu Salo Lemoe, Salo Lampe, dan Salo Bettie. Ketiga daerah ini secara administrasi termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanete Rilau. Hasil dari analisis XRD (X-Ray Diffraction) yang dirilis oleh Laboratorium Preparasi Batuan Departemen Teknik Geologi, Unhas menunjukkan komposisi mineral antimoni terdiri atas dua mineral yaitu stibnite (Sb2S3) sebanyak 11,2% dan kuarsa (SiO2) 88%. Berdasarkan hasil tersebut mineral pembawa antimoni Barru adalah stibnite yang berasosiasi dengan mineral kuarsa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, C. G. (2012). The metallurgy of antimony. Geochemistry, 72, 3-8.

Barber, T. (2020). Geological Belts, Plate Boundaries, and Mineral Deposits in Myanmar. American Mineralogist, 105(2), 287-288.

Boyle, R.W., and Jonasson, I.R. (1984). The geochemistry of antimony and its use as an indicator element in geochemical prospecting: Journal of Geochemical Exploration, v. 20, no. 3, p. 223–302. [Also available at http://dx.doi.org/ 10.1016/0375-6742(84)90071-2.]

Darwis, M., & Ansarullah, M. (2022). Potensi Sumber Daya Mineral Wilayah Kabupaten Barru. Purbalingga – Jawa Tengah: Eureka.

Eyi, Emin. (2012). Antimony uses production, prices: London, United Kingdom, Tristar Resources plc, p. 14.

Gallon, R.C., & Wendt, I. (2015). On The Taxonomy Placement of Four African Phoneyusa Species (Aranea, Therahosidae, Eumenophorinae). Bulletin of The British Arachnological Society, 16(8), 298-304.

Haldar, S. K. (2020). Introduction to mineralogy and petrology. Elsevier.

Hasria, H., Idrus, A., & Warmada, I. W. (2019). Karakteristik Fluida Hidrotermal Endapan Emas Orogenik di Pegunungan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 20(2), 111-117.

Hidayatullah, H., Idrus, A., & Titisari, A. D. (2022). Geologi Dan Mineralisasi Endapan Emas Orogenik Di Gunung Lipan, Kecamatan Rorowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Jurnal Geomine, 10(3), 235-257.

Mottana, A., Crespi, R., Liborio, G., Prinz, M., Harlow, G. E., & Peters, J. (1978). Simon & Schuster's Guide to Rocks and Minerals. Simon & Schuster.

Nawir, A. (2015). Karakteristik Kelistrikan Endapan Stibnite di Daerah Kassipute, Bombana, Sulawesi Tenggara. Jurnal Geomine, 3(1), 274132.

Schwarz‐Schampera, U. (2014). Antimony. Critical metals handbook, 70-98.

Seal, Robert R., Schulz, Klaus J., & DeYoung, John H. Jr. Antimony. (2017). Critical Mineral Resources of The United States-Economic and Environmental Geology and Prospects for Future Supply. U.S. Geological Survey.

Downloads

Published

28-08-2025

How to Cite

Similar Articles

21-30 of 104

You may also start an advanced similarity search for this article.