Analisis Potensi Pembentukan Unsur Logam Berat Cr6+ dan Pengolahan Pencemaran Cr6+ Pada Endapan Nikel Laterit

Authors

  • Tri Andriyani HS Kandora Tri Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia
  • Nurul Fitriah Rahmah Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/np9h4571

Keywords:

Chromium hexavalent (Cr6+), Limbah Logam Berat , Mineral, Nikel laterit

Abstract

Dalam memaksimalkan kegiatan penambangannya, perusahaan secara rutin wajib melakukan kegiatan pengawasan, pengendalian dan tindakan konstruktif dengan menerapkan standar baku mutu terhadap kualitas bahan galian dan limbah cair terhadap kegiatan penambangan yang mengandung logam berat. Penelitian ini berfokus pada limbah Cr6+ yang bersumber dari endapan nikel laterit yang dihasilkan dari penambangan PT Konutara Sejati. Tujuan penelitian yaitu menganalisis potensi pembentukan chromium hexavalent (Cr6+) menggunakan metode analisis mineralogi dan analisis geokimia untuk mengetahui mineral-mineral terkandung dan kadar logam berat pada endapan nikel laterit yang menjadi pembawa chromium hexavalent (Cr6+). Sampel air settling pond dianalisis menggunakan metode pengujian fisika dan kimia, untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat Cr6+. Jenis sampel yaitu limonit, saprolite dan bedrock pada BLOK D titik GK-1. Hasil penelitian ditemukan mineral talc, lizardite, geothite, magnetite, hornblende, forsterite, spinel dan enstatite. Kadar unsur logam berat Cr6+ berkisar 27,7 – 52,1 ppm, Ni berkisar 2,259 – 10,253 ppm, Fe berkisar 39.685 – 167.534 ppm dan Pb berkisar <3 ppm. Hasil analisis sampel air pada settling pond ditemukan parameter TSS pada inlet yaitu 87 mg/l dan outlet 143 mg/l, nilai pH inlet 7,48 dan outlet 7,08. Kadar logam berat Cr6+ pada sampel air ditemukan berkisar <0,028 mg/l. Berdasarkan hasil analisis geokimianya potensi pembentukan unsur logam berat berbahaya Cr6+ ditemukan pada pada 3 sampel tanah sebanyak 27,7 ppm hingga 52,1  ppm kandungan Cr6+. Berdasarkan pemantauan air limbah pada settling pond potensi pencemaran unsur Cr6+ tidak ditemukan melebihi batas baku mutu lingkungan yaitu 0,1 mg/l. Kromium terdapat hampir pada seluruh lapisan litologi laterit, sehingga kegiatan penambangan memiliki potensi yang besar dalam menghasilkan kromium. Meskipun telah dibuktikan tidak terjadi pencemaran, tetapi dalam memaksimalkan kegiatan penambangannya, PT Konutara Sejati wajib secara rutin melakukan kegiatan pengawasan, pengendalian dan tindakan konstruktif dengan menerapkan standar baku mutu terhadap kualitas bahan galian dan limbah cair terhadap kegiatan penambangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprilia, W. P. (2021). Analisis Logam Berat Dalam Sedimen Berdasarkan Geoaccumulation Index (Ige) Di Sungai Winongo (Universitas islam Indonesia).

Eisa, Sosgi, Javad, Parmah, 2015. Analysis and assessmend of nickel and chromium pollution in soils around Baghejar Chromium Mine of Sabzevar Ophiolite Belt, Northeastern Iran, Journal Trans Nonferrous Met Soc. China, Vol. 25 : 2380−2387

ESDM, D. (2018). Laporan Gubernur Terhadap Kegiatan Pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara,Triwulan I. Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Propinsi Sulawesi Tenggara

Fahrullah, M., Kandora, T.A.H. and Ervina, E., 2024. The Management Strategy Of Acid Mine Water Potential At Pt Pasir Walannae Bone District South Sulawesi. Jurnal Aplikasi Manajemen & Kewirausahaan MASSARO, 6(2), pp.101-109.

Gao, Yanjiao, Rui Liu. 2017. “Removal of Cr(VI) from groundwater by Fe(0).” Applied Water Science 7:3625–3631

Hariani, P.L., Hidayati, N. and Oktaria, M., 2009. Penurunan konsentrasi Cr (VI) dalam air dengan koagulan FeSO4. Jurnal Penelitian Sains, 12(2).

Kandora, TAHS., 2024., “Dampak Penambangan Bijih Besi Terhadap Kualitas Airtanah Daerah Tanjung Kabupaten Bone Sulawesi Selatan”Web Themes & Templates. JTP, Vol : 24, No : 2.

Kaprara, Efthimia, Fani Pinakidou, Eleni C. Paloura, Anastasios I. Zouboulis, Manassis Mitrakas. 2018. “Continuous flow process of Cr(VI) removal from 73 drinking water through reduction onto FeOOH by inorganic sulfur reductants.” Water Science & Technology: Water Supply 18.2:737-744.

Lintjewas, L, Yuniati, M.D., Wawuru, F.C.M.P., Mursito, A.T., Setiawan, I. and Lintjewas, L., 2019. The Characteristics of Padamarang Magnesite under Calcination and Hydrothermal Treatment. RISET Geologi dan Pertambangan, 29(2), pp.153-162.

Marzuki, I., 2018. ANALISISCHROMIUM HEXAVALENT DAN NIKELTERLARUTDALAM LIMBAH CAIR AREA PERTAMBANGANPT VALE Tbk, SOROAKO-INDONESIA.

Nasrullah, N., Taklim, M. K., Nurjannah, N., & Wiyani, L. (2017). Upaya Penurunan Krom Heksavalen pada Air Tambang Nikel dengan Menggunakan Reduktor Ferro Sulfat. Journal of Chemical Process Engineering, 2(2), 45–51.

Okto, A., Ngkoimani, L. O., Asfar, S., Asfar, S., Jahiddin, & Mili, M. Z. (2019). Analisis pengaruh aktivitas pertambangan terhadap kualitas air tanah di Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Geologi Terapan, 1(1), 43–52.

Song, Xiaoming, Yuewen Zhang, Nan Cao, Dong Sun, Zhipeng Zhang, Yunlong Wang, Yujuan Wen, Yuesuo Yang, Tao Lyu. 2021. “Sustainable Chromium (VI) Removal from Contaminated Groundwater Using Nano- MagnetiteModified Biochar via Rapid Microwave Synthesis.” Molecules 2021 26, 103:1- 13.

Zhong, Delai, Yanrong Zhang, Linling Wang, JingChen, Yi Jiang, Daniel C. W. Tsang, ZezhouZhao, Shupeng Ren, Zhenhua Liu, John C.Crittenden. 2018. “Mechanistic insights into adsorption and reduction of hexavalent chromium from water using magnetic biochar composite: Key roles of Fe3O4 and persistent free radicals.” Environmental Pollution 243:1302-1309

Downloads

Published

24-02-2026

How to Cite

Analisis Potensi Pembentukan Unsur Logam Berat Cr6+ dan Pengolahan Pencemaran Cr6+ Pada Endapan Nikel Laterit. (2026). Jurnal Geomine, 13(02), 116-130. https://doi.org/10.33096/np9h4571

Similar Articles

51-60 of 86

You may also start an advanced similarity search for this article.