Studi Kualitas Air Laut Disekitar Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.33096/5p8c4f22Keywords:
Kualitas Air Laut, TSS, Logam Berat, Kawasan Industri BantaengAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air laut di sekitar Kawasan Industri Bantaeng (KIBA), Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengalami perkembangan pesat sebagai kawasan pengolahan mineral, khususnya nikel. Aktivitas industri di kawasan ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan pesisir, terutama melalui peningkatan padatan tersuspensi dan kandungan logam berat. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel air laut di dua stasiun pengamatan untuk dianalisis sifat fisika dan kimianya. Hasil pengujian sifat fisika menunjukkan bahwa nilai Total Suspended Solid (TSS) pada Stasiun 1 dan 2 masing-masing sebesar 3800 mg/L dan 3466 mg/L, jauh melebihi baku mutu (80 mg/L), sedangkan salinitas (33–33,2%) dan pH (7) masih dalam batas normal. Uji sifat kimia menunjukkan bahwa logam berat tembaga (Cu), timbal (Pb), dan raksa (Hg) melebihi baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup Baku Mutu Air Laut, sedangkan nikel (Ni) masih sesuai dengan ambang batas yang diizinkan. Nilai TSS yang tinggi berpotensi menurunkan penetrasi cahaya dan mengganggu kehidupan biota laut, sedangkan tingginya kadar logam berat menunjukkan adanya indikasi pencemaran akibat aktivitas industri di sekitar KIBA. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa perairan di sekitar Kawasan Industri Bantaeng telah mengalami pencemaran fisik dan kimia, khususnya oleh padatan tersuspensi dan logam berat, yang berpotensi berdampak negatif terhadap ekosistem laut dan kesehatan masyarakat pesisir.


