Potensi Pembentukan Air Asam Tambang Dengan Metode Uji Kinetik Pada Lahan Bekas Tambang Bijih Besi Di Daerah Bontocani  Kabupaten Bone

Authors

  • Alif Ary Hidayat Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Idris Juradi Universitas Muslim Indonesia
  • Mubdiana Arifin Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/05fkxm37

Keywords:

Uji kinetik, pH, ORP, TDS, EC, Air asam tambang, Bekas tambang bijih besi

Abstract

Daerah Bontocani merupakan salah satu lokasi bekas penambangan bijih besi yang berpotensi menimbulkan air asam tambang (AAT) dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis uji kinetik hubungan antara parameter kualitas air yaitu pH, ORP (Oxidation Reduction Potential), TDS (Total Dissolved Solids), dan EC (Electrical Conductivity) pada area bekas tambang bijih besi. Pengukuran dilakukan pada dua stasiun pengamatan selama 25 hari periode penyiraman untuk mengetahui dinamika perubahan kimia air tanah yang berhubungan dengan pembentukan air asam tambang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Stasiun 1 terjadi hubungan berlawanan antara TDS dan EC, di mana peningkatan TDS diikuti oleh penurunan EC, yang mengindikasikan adanya proses pelarutan dan pengendapan ion secara bergantian. Sementara pada Stasiun 2, nilai pH dan ORP berfluktuasi tajam yang mencerminkan kondisi redoks tidak stabil akibat reaksi oksidasi mineral sulfida yang berperan dalam pembentukan air asam tambang, sedangkan TDS dan EC menunjukkan korelasi positif yang menandakan peningkatan jumlah ion terlarut. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelindian dan oksidasi mineral logam sulfida masih aktif terjadi sehingga memengaruhi kestabilan kualitas air dan berkontribusi terhadap pembentukan air asam tambang di area bekas penambangan.

 

Downloads

Published

2026-07-30