Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Air Dan Sedimen Sungai Anahoni Dan Waelata Dengan Adanya Kegitan Penambangan Emas Pulau Buru Maluku

Authors

  • Moh. T Resky Solissa Solissa

DOI:

https://doi.org/10.33096/hx70dw82

Keywords:

Merkuri, PETI, Sungai Waelata, Sungai Anahoni, Sedimen.

Abstract

Gunung Botak di Pulau Buru pernah menjadi primadona bagi para pemburu emas di seluruh Indonesia ketika emas ditemukan dan mulai ditambang oleh masyarakat sekitar akhir tahun 2011. Cadangan sumber daya mineral yaitu logam mulia atau biasa disebut emas di Kabupaten Buru Selatan, keberadaanya membuat banyak penduduk sekitar maupun penduduk dari luar maluku berdatangan untuk mencari emas. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui kandungan kadar Hg pada air dan sedimen sungai anhoni dan waelata dan mengetahui kondisi pH, suhu dan turbiditas air sungai Anahoni dan Wealata. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif. Penulis menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran dari hasil pengolahan data menggunakan hasil uji laboratorium. Analisis kandungan merkuri (Hg) dengan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS)-Uap terhadap sampel air dari keempat titik sampling pada sungai Anahoni dan Waelata menunjukkan hasil yang negatif atau tidak terdeteksi adanya logam Hg pada sampel air yang dianalisa. Sedangkan pada sampel sedimen sungai Anahoni stasiun 1 menunjukan hasil 0,492 mg, stasiun 2 0,873. Pada sungai waelata stasiun 1 menunjukan hasil 0,135 dan stasiun 2 menunjukan hasil 0,172. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan merkuri pada air sungai tidak terdeteksi atau masih di bawah standar baku mutu, dan pada sampel sedimen terdeteksi kandungan merkuri namun masih di bawah standar baku mutu.

Downloads

Published

2024-03-18

Issue

Section

Articles