Studi Pemanfaatn Arang Melaleuca Leucadendra Untuk Mengatasi Pencemaran Merkuri Di Kecamatan Waelata Kabupaten Buru Provinsi Maluku
DOI:
https://doi.org/10.33096/b3a4g503Keywords:
Merkuri, Arang kayu putih, Kadar, Amalgamasi, PencemaranAbstract
Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin yang terletak pada Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru Provinsi Maluku menyebabkan adanya bermacam masalah, apalagi pada pencemaran air sungai Wamsait serta Teluk Kayeli yang berada dekat dari lokasi aktivitas penambangan. Kadar Hg atau logam merkuri yang dapat diketahui paling beresiko bagi tubuh yang merupakan hasil limbah dari pengolahan emas secara amalgamasi. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini dilakukan analisis kandungan kadar merkuri (Hg) pada air sumur warga setempat dengan memanfaatkan arang kayu putih (Melaleuca Leucadendra), khususnya di Desa Debowae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dengan titik sampling berdasarkan lokasi yang memanfaatkan aliran sungai Wamsait serta Teluk Kayeli untuk kebutuhan sehari-hari. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik. Dari hasil penelitian didapatkan kadar logam berat merkuri sebelum dicampurkan arang kayu putih sebesar 0,0016 µg/L hingga 0,0034 µg/L dan setelah dicampurkan arang kayu putih mengalami penurunan kadar yaitu sebesar 0,0016 µg/L. Kadar merkuri ini tidak melampaui angka baku mutu yang ditetapkan berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 sebesar 1 µg/L (ppb).


