Analisis Geokimia Host Rock Endapan Mangan Di Daerah Salomekko Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan

Authors

  • Jasmihar Jufri

DOI:

https://doi.org/10.33096/m6vhpv16

Keywords:

Batuan, Batuan ultrabasa, XRD, XRF, Magma

Abstract

Batuan ultrabasa dijumpai pada Kabupaten Barru di daerah Pujananting. Oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia dan komposisi batuan ultrabasa di Daerah Pujananting Kabupaten Barru dengan menggunakan metode analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluoresence (XRF). Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis XRD lima sampel batuan pada daerah pujananting, sampel LN-01 mengandung mineral lizardite sebesar 87,0%, mineral Pyroxene sebesar 12,3% serta mineral faujasite sebesar 0,7%. Sampel LN-02 mengandung mineral lizardite sebesar 87,8%, mineral Olivine sebesar 10,4% serta pyroxene sebesar 1,8%. Sampel LN-03 mengandung mineral lizardite sebesar 89,5% dan mineral Olivine sebesar 10,5%. Sampel LN-04 mengandung mineral lizardite sebesar 81,3%, mineral Chlorite sebesar 13,9%, mineral Columbite sebesar 3,2% serta mineral Olivine sebesar 1,5%. Terakhir, Sampel LN-05 mengandung mineral olivine sebesar 30,3%, mineral lizardite sebesar 28,6%, mineral chlorite sebesar 28,1% serta mineral pyroxene sebesar 12,9%. Komposisi kimia dan persentasi masing-masing unsur dari sampel yang dianalisis XRF sampel LN-01, LN-02, LN-03. LN-04 dan LN-05 adalah sebagai berikut: unsur mayor (major element) SiO2 berkisar 39,24 wt % - 40,00 wt %, alumina (Al2O3) 0,70 wt % - 2,28 wt %, titanium (TiO2) 0,02 wt % - 0,06 wt %, besi (II) Oksida (Fe2O3) berkisar 8,31 wt % – 8,58 wt %, magnesium (MgO) 35,31 wt % - 37,25 wt %, kalsium (CaO) 0,03 wt % - 1,32 wt %, sodium (Na2O) 0,01 wt % - 0,05 wt %, potassium (K2O) 0,01 wt % - 0,03 wt %, Mangan (II) oksida (MnO) 0,09 wt % - 0,13 wt %, difosfor pentoksida (P2O5) 0,002 wt % - 0,04 wt %, kromium (iii) oksida (Cr2O3) 0,37 wt % - 0,48 wt % dan LOI (Loss of Ignition) 12,31 wt % - 13,09 wt %. Batuan terbentuk pada jenis magma tholeiite, jenis magma ini memiliki kandungan potassium yang rendah biasanya terbentuk pada daerah subduksi maupun non subduksi. Berdasarkan hasil plot pada diagram Pearce dkk (1977) maka diketahui tatanan tektonik terbentuknya batuan yaitu pada oceanic ridge and floor atau pemekaran lantai samudera.

Downloads

Published

2023-12-18

Issue

Section

Articles