Studi Pelindian Bijih Tembaga Sulfida Gorontalo Menggunakan Asam Sulfat Berdasarkan Variasi Ukuran Butir
DOI:
https://doi.org/10.33096/8qts7f55Keywords:
Ukuran butir, Recovery, Tembaga Sulfida, PelindianAbstract
ABSTRAK
Endapan mineral sulfida berupa ikatan unsur belerang dengan logam, di alam dapat menjadi sumber daya logam, yang dalam jumlah besar dapat berpotensi ekonomi untuk diusahakan. Bijih tembaga sulfida merupakan bahan baku untuk memuat logam tembaga. Salah satu cara pengolahan bijih tembaga yaitu metode pelindian. Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui ukuran butir ideal dan pengaruhnya terhadap recovery tembaga sulfida menggunakan larutan H2SO4. Pelindian dilakukan dengan eksperimen skala laboratorium menggunakan variabel ukuran butir (-100 +150), (-150 +200), (-200 +250), (-250) mesh. Selanjutnya analisa kandungan Cu dari sampel larutan kaya menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Hasil pengolahan data untuk %recovery Cu terlarut secara berurutan yaitu 38,080902%, 31,005655%, 65,911515%, 69,184552%. Dari data hasil penelitian, ukuran butir paling ideal ditunjukkan pada ukuran butir (-250) mesh.


