Evaluasi Loss Cargo Pada Proses Pemuatan Transhipment Batubara di PT Sungai Berlian Grup

Authors

  • Ahmad Rijal

DOI:

https://doi.org/10.33096/rkf4zb60

Keywords:

Batubara; Barge; Vesssel

Abstract

Dalam proses pemuatan batubara tidak jarang terjadi kekurangan muatan yang mengakibatkan terjadinya deadfreight. Deadfreight biasanya terjadi dikarenakan adanya berbagai penyebab seperti adanya muatan yang dicuri saat barge dalam perjalanan menuju alur sungai dan banyak muatan yang tumpah karena saat proses pemindahan dari barge menuju vessel kurang penanganannya. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui perbandingan tonase batubara di barge dan vessel. Selain itu, untuk megetahui banyaknya dan penyebab loss cargo pada proses transhipment batubara serta untuk menyesuaikan tonase batubara sesuai dengan kontrak dengan konsumen. Tonase batubara di barge secara kumulatif sebanyak 29.557,36300 MT sedangkan untuk di vessel sebanyak 29.050 MT. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwasanya terjadi penyusutan kargo batubara.  Selisih antara kargo batubara di barge dan vessel sebanyak 507,363 MT kekurangan cargo ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kesalahan pada saat penggunaan floating crane yang menyebabkan batubara terbuang ke laut. Selain itu, penurunan TM  dan ash batubara yang menyebabkan kargo mengalami penyusutan. Selisih antara kontrak konsumen dengan kargo batubara yaitu sebanyak 507,363 MT. Maka dari itu, PT Sungai Berlian Grup membayar deadfreight agar kontrak ini tidak batal.

Downloads

Published

2023-06-19

Issue

Section

Articles