Analisis Perbandingan Kadar Nikel (Ni) Dan Kobalt (Co) Daerah Balaba West Block PT Vale Indonesia Tbk
DOI:
https://doi.org/10.33096/288xw287Keywords:
nikel; kobalt; kadar; limonit; saprolitAbstract
Di Indonesia sekarang telah hadir beberapa perusahan atau industri pembuatan baterai yang menggunakan nikel dan kobalt. Sampai saat ini, smelter nikel yang tersedia di dalam negeri memproduksi ferronikel yang hanya dapat mengolah nikel kadar tinggi dan sebagian besar bijih tersebut berasal dari lapisan saprolit. Sehingga, lapisan limonit yang kaya kobalt di atasnya dikategorikan sebagai batuan penutup dan ditimbun pada disposal sehingga perlu dilakukan upaya konservasi yang optimal untuk mengamankan pasokan bijih kobalt. Penelitian ini dilakukan di PT Vale Indonesia Tbk. Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Menggunakan SRF dari sampel hasil pengeboran yang kemudian dilakukan preparasi sampel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kandungan kadar nikel lebih tinggi terdapat pada zona saprolit yang ditandai dari hasil peneliti yang didapatkan yaitu kadar rata - rata Ni sebesar 1,50% dibandingkan pada zona limonit yang hanya memiliki kadar rata – rata Ni sebesar 1,13% dan kandungan kadar kobalt lebih tinggi pada zona limonit yang ditandai dari hasil peneliti yang didapatkan yaitu kadar rata – rata Co sebesar 0,11% dibandingkan pada zona saprolit yang hanya memiliki kadar 0,06% yang disebabkan karena Co merupakan endapan sisa dari nikel lateri dan Co teroksidasi sehingga tidak mudah larut dan memiliki mobilitas agak rendah.


