Studi Pelindian Bijih Tembaga Sulfida Asal Gorontalo Menggunakan Asam Sulfat Berdasarkan Variasi Waktu

Authors

  • A. Anisa Nur Ramadani

DOI:

https://doi.org/10.33096/bp7pst21

Keywords:

tembaga sulfida; waktu pelindian; perolehan Cu; AAS; asam sulfat.

Abstract

Dalam industri pertambangan, meningkatkan kadar bijih perlu dilakukan agar dapat menambah nilai ekonominya. Salah satu metode untuk meningkatkan kadar bijih tembaga yaitu pelindian menggunakan larutan asam sulfat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pelindian terhadap perolehan tembaga. Pelindian dilakukan menggunakan larutan asam sulfat 4M sebanyak 40 ml tiap pelindian, berat sampel 20 gr untuk setiap pelindian, ukuran butir -250 mesh, kecepatan pengadukan 300 rpm dengan variasi waktu pelindian 2 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam. Filtrat hasil pelindian kemudian dianalisis menggunakan Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian ini memperoleh perolehan Cu terlarut pada waktu pelindian 2 jam yaitu 69,18455161%, pada waktu pelindian 6 jam yaitu 70,36049180%, pada waktu pelindian 8 jam yaitu 63,10885423% dan pada waktu pelindian 10 jam yaitu 48,40958584%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan waktu optimum pelindian untuk mendapatkan recovery Cu terlarut tertinggi adalah pada waktu pelindian 6 jam.

Downloads

Published

2023-06-19

Issue

Section

Articles