ANALISIS PREFERENSI MANAJEMEN TERHADAP STRATEGI PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGINTEGRASIKAN BALANCED SCORECARD DAN GAME THEORY (STUDI KASUS : PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI)

Authors

  • Mokh Afifuddin Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Kementerian Perindustrian
  • Erwin Widodo Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • I Ketut Gunarta Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Keywords:

Balanced Scorecard, Equilibirium, Game Theory, Pengambil Keputusan, Pengukuran Kinerja

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia industri menghadapi tantangan yang berat untuk berhasil dalam
mengatasi pasar global yang kompetitif. Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, perbaikan
manajemen perusahaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu
pengukuran kinerja adalah sebuah alat yang dapat dipakai untuk mengukur perubahan performance perusahaan.
Balanced Scorecard (BSC) merupakan alat evaluasi kinerja yang luas dan menyeluruh untuk merencanakan secara
memadai dan mengendalikan organisasi sehingga dapat mencapai tujuannya. Pada penilitian ini penulis
mengusulkan model integrasi BSC dan game theory yang mengasumsikan tolok ukur hubungan antar decision maker
yang lebih dari satu dalam mengambil keputusan, terutama pada saat menentukan nilai bobot pada tiap-tiap

perspektif untuk mengevaluasi dan mengukur kinerja di perusahaan. Hasil pengukuran kinerja dari masing-
masing strategi setiap decision maker yang dianalisis dalam matrik payoff game theory, ditemukan nilai Van Neumann

Equilibirium dan Nash Equilibirium untuk masing-masing decision maker dengan nilai skor relatif pengukuran kinerja
(80,67%) setelah hasil integrasi. Hal tersebut merupakan win-win solution untuk menemukan strategi secara
sistematis dalam pengukuran kinerja yang melibatkan lebih dari satu decision maker.

Downloads

Published

2025-10-09