HOUSE OF RISK IMPLEMENTATION ON SUPPLY CHAIN OF MANUFACTURING SMES (Studi Kasus: Yogyakarta, Indonesia)
Keywords:
Supply Chain, Risk, House of Risk (HOR), Manufacturing SMEsAbstract
Ketidakpastian dalam aktivitas rantai pasok menimbulkan berbagai risiko yang dapat menghambat daya saing perusahaan. Dengan demikian, aliran informasi dari proses pengadaan bahan baku hingga produk yang diterima konsumen harus dipastikan berjalan dengan baik. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan harus lebih peka terhadap kemungkinan risiko yang muncul dari aktivitas rantai pasok sehingga diperlukan manajemen risiko. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengelola kemungkinan risiko dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). Penelitian dibagi menjadi dua tahap utama, yaitu tahap penilaian risiko dan tahap manajemen risiko. Pada tahap penilaian risiko, nilai Aggregate Risk Potential (ARP) akan mengidentifikasi tingkat keparahan kejadian risiko dan tingkat kejadian agen risiko. Kemudian, pada tahap manajemen risiko, akan mengidentifikasi tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi keparahan dan kejadian agen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 kejadian risiko dan 16 agen risiko yang berpotensi terjadi pada UKM manufaktur sebagai studi kasus penelitian ini. Kemudian, dipilih 8 agen risiko yang perlu ditindaklanjuti untuk mengurangi tingkat risiko. Hasilnya, ke-8 agen risiko tersebut mengalami penurunan tingkat risiko setelah diberikan tindakan pencegahan, yang awalnya berada pada tingkat sangat tinggi, tinggi, dan sedang, turun satu tingkat menjadi tingkat tinggi, sedang, dan rendah.